Fusion Splicer: Penjelasan dan Cara Menggunakannya
Teknologi fiber optik merupakan sebuah kabel yang biasanya juga disebut dengan serat optik. Jadi, kabel fiber optik adalah kabel jaringan yang berisi untaian serat kaca dalam sebuah selubung yang terisolasi. Kabel ini memiliki sebuah manfaat yang sangat besar untuk kehidupan manusia di dunia. Maka tak mengherankan banyak sekali perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang saat ini mulai menggunakan teknologi ini untuk menghubungkan koneksi internet. Teknologi ini dibuat dan dirancang untuk jaringan data jarak jauh.
Apa Itu Fusion Splicer?
Fusion splicer adalah alat yang digunakan untuk menyambungkan dua serat optik dengan cara melelehkan (fusing) ujung-ujung serat tersebut. Proses ini menghasilkan sambungan yang sangat efisien dan memiliki kehilangan sinyal yang minimal. Fusion splicing biasanya digunakan dalam instalasi dan pemeliharaan jaringan fiber optic.
Cara Kerja Fusion Splicer
Persiapan:
Serat optik yang akan disambungkan dipotong dengan presisi untuk memastikan ujungnya rata dan bersih.
Ujung serat yang akan disambungkan dibersihkan dari kotoran atau debu.
Pemasangan:
Ujung serat yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam holder (penjepit) di dalam fusion splicer.
Pastikan serat terpasang dengan benar dan tidak miring.
Pengaturan:
Beberapa fusion splicer memiliki fitur otomatis untuk mengatur dan mengoptimalkan posisi serat.
Periksa dan pastikan kedudukan serat sudah tepat.
Proses Penyambungan:
Setelah serat terpasang, pengguna akan menekan tombol untuk memulai proses splicing.
Alat akan memanaskan ujung serat hingga meleleh dan menyatu. Ini biasanya berlangsung selama beberapa detik.
Pemeriksaan:
Setelah proses selesai, splicer akan melakukan analisis untuk memastikan sambungan baik dan kehilangan sinyal minimal.
Sambungan yang berhasil akan memberikan bacaan rendah untuk loss.
Pelindung Sambungan:
Setelah sambungan selesai, biasanya dipasang pelindung untuk melindungi area sambungan dari kerusakan fisik dan kelembapan.
Kelebihan dan Kekurangan Fusion Splicer
Kelebihan
Kualitas Sambungan Tinggi:
Fusion splicer menghasilkan sambungan dengan kehilangan sinyal yang sangat rendah, sehingga meningkatkan efisiensi dan kinerja jaringan.
Kecepatan Proses:
Proses splicing relatif cepat, biasanya hanya memakan waktu beberapa detik hingga beberapa menit per sambungan.
Keandalan:
Sambungan yang dihasilkan kuat dan tahan lama, cocok untuk penggunaan dalam berbagai kondisi lingkungan.
Automatisasi:
Banyak model fusion splicer modern dilengkapi dengan fitur otomatis yang membantu mengatur posisi serat dan mengoptimalkan sambungan.
Pengurangan Kerusakan:
Metode ini mengurangi risiko kerusakan pada serat dibandingkan dengan metode penyambungan mekanis.
Kekurangan
Biaya:
Fusion splicer umumnya lebih mahal dibandingkan dengan alat penyambung serat lainnya, seperti mekanikal splicer.
Keahlian Teknis:
Penggunaan alat ini memerlukan keterampilan dan pelatihan khusus untuk memastikan hasil yang baik.
Pemeliharaan:
Fusion splicer memerlukan pemeliharaan dan kalibrasi berkala untuk memastikan kinerjanya tetap optimal.
Ukuran dan Portabilitas:
Beberapa model fusion splicer mungkin besar dan kurang portabel, sehingga sulit dibawa ke lokasi yang sulit dijangkau.
Waktu Persiapan:
Meskipun proses penyambungan cepat, persiapan awal (memotong dan membersihkan serat) dapat memakan waktu.
Berikut adalah hal-hal yang harus diketahui saat melakukan fushion splicing, yaitu :
1. Stripping yaitu proses Pengupasan kabel fiber optik hingga menyisakan bagian core optik menggunakan alat bernama stripper. cara nya dengan memposisikan tang agak miring, tahan lalu tarik ke ujung core secara perlahan.
2. Setelah terkupas lakukan proses bernama cleaning yaitu proses menbersihkan core optik dengan tissue yang sudah dibasahi dengan alkohol
3. Lalu lakukan proses cleaving yaitu memasukkan core optik ke dalam pemotong core bernama cleaver dimana kita menempatkan ujung jaket pada skala antara 15 dan 20, lalu potong.
4. Sebelum dilakukan penyambungan masukkan plastik khusus berbentuk silinder (protection sleave) untuk melindungi bagian core saat penyambungan
5. Setelah itu kita masukkan ke dalam fushion splicer yang berfungsi menyambung core dengan teknik fusion. Jangan sampai ujung core menyentuh sesuatu benda sebab akan menambah redaman.
6. Kemudian tekan tombol start maka secara otoomatus splicer akan meleburkan kedua core dan menyambungnya. Tunggu sampai layar menunjukkan estimasi redaman lalu tekan reset maka layar akan kembali ke tampilan awal.
7. Setelah itu keluarkan core tersebut lalu geser plastik silinder (protection sleave) khusus tadi ke sisi core yang telah mengalami proses splice. Kemudian masukkan ke bagian heater dari fushion splicer yang berfungsi untuk memanaskan plastik tersebut. Tunggu sampai splicer mengeluarka bunyi lalu keluarkan.
Kesimpulan
Fusion splicer adalah alat penting dalam jaringan fiber optic untuk menyambungkan serat dengan cara yang efisien dan berkualitas tinggi. Dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, pengguna dapat memastikan sambungan yang optimal dan mengurangi kehilangan sinyal. Alat ini sangat membantu dalam instalasi dan pemeliharaan jaringan fiber optic.
Reverensi : https://it.telkomuniversity.ac.id/apa-itu-fushion-splicer/
Penulis : Farel Ardiatama Fahrezi
Editor : Farel Ardiatama Fahrezi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar